Ketika waktu pagi di hari Senin yakni
hari sesungguhnya yang merupakan giliran ‘Aisyah, sementara Abu Bakar memimpin
manusia melakukan sholat fajar, Rasulullah SAW membuka kain penutup pada
bilik ‘Aisyah (yang menjadi satu dengan mesjid), lalu melihat kepada mereka
yang tersenyum sambil tertawa. Maka Abu Bakar melangkah mundur, menyangka bahwa
beliau SAW
menghendaki keluar untuk sholat berjama’ah. Sementara kaum muslimin berniat
akan membatalkan sholat mereka karena gembira dengan munculnya Rasulullah SAW. Maka
beliau SAW
kembali masuk kedalam bilik dan melebarkan kain penutupnya.
Pada hari tersebut atau pada pekan itu
Rasulullah SAW
memanggil Fathimah, lalu memberitahukan kepadanya sesuatu sehingga ia pun
menangis. Kemudia beliau SAW kembali memberitahukan sesuatu kepadanya dan
ia pun tertawa. Aisyah bertanya kepadanya tentang hal itu, namun ia
merahasiakannya hingga Rasulullah SAW telah meninggal dunia. Barulah ia
menjelaskan bahwa beliau SAW telah mengatakan kepadanya yang pertamanya
bahwasanya beliau SAW akan meninggal dunia akan sakit beliau SAW. Maka
ia menangis. Lalu beliau SAW berkata kepadanya kedua kalinya bahwa ia adalah
orang pertama dari dari keluarga beliau SAW yang akan menyusul. Maka ia
tertawa. Beliau SAW pun mengabarkan kepada Fathimah bahwa ia
adalah pemimpin bagi para wanita seluruh alam.
Fathimah pernah melihat keadaan sangat
menderita yang dialami Rasulullah SAW, lalu ia berkata, “Betapa
menderitanya engkau wahai ayah.”
Maka beliau SAW
berkata, “Tidak ada lagi penderitaan yang akan menimpa ayahmu
setelah hari ini.” Lalu beliau SAW ,memanggil Al Hasan
dan Al Husain, kemudian mencium keduanya. Beliau SAW juga memanggil para
istrinya kemudian beliau SAW memberikan mereka nasihat dan peringatan.
Mulailah sakit beliau SAW
semakin keras dan terus bertambah. Lalu beliau memuntahkan racun yang pernah beliau SAW telan
ketika di Khaibar. Kemudia beliau SAW merasakan sakit yangsangat.
Beliau SAW tutupkan kain ke wajah beliau SAW. Lalu
bila merasa payah dibukanya dari dari wajah beliau SAW dan
berkata dalam kondisi seperti itu, “Laknat Allah terhadap
orang-orang Yahudi dan Nashrani yang mereka telah menjadikan kubur nabi-nabi
mereka sebagai masjid-masjid-beliau SAW memperingatkan terhadap apa yang
mereka perbuat.” Sungguh tidak akan tersisa kedua agama itu
di bumi Arab. Inilah akhir dari ucapan dan wasiat beliau SAW
mengulang-ngulang beberapa kali, “Perhatikan sholat.
Perhatikan sholat dan budak-budak kalian.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar